Mungkin aku takkan pernah bisa
Mengerti s,gala apa yang kau rasa
Mungkin aku takkan pernah
Tahu perasaan yang kau punya
Andai saja kau beri tahu
Mungkin takkan terlambat bagiku
Andai saja kau tanyakan dulu
Apayang kurasa dalam hatiku
Tapi semua telah terlambat
Bagiku kau hanya sahabat
Maaf rasamu bagiku sesat
Bukan untuk maksud menghujat
Karena bagiku kau tetap kan kukenang
Dan selamanya kan ku kenang
01 November 2010
MAAF SAHABAT
18 Oktober 2010
Yang Tersimpan
Apakah kau lihat jauh didalam hatikuWahai yang tersimpan
Dapatkah kau tahu apa yang ada disana
Dan pernahkah engkau merasakan aku dengan hatimu
Seperti aku yang merasakan hatimu dengan hatiku
Aku menyimpan luka dalam hatiku
Karena keegoisanmu
Aku menyimpan lelah dalam ragaku
Hingga ku terdiam dan membisu
Itu semua karenamu
Yang tersimpan adalah rasa yang tak bisa kau rasa
Padahal aku bisa merasakanmu walau jauh
Tidakkah kau mengerti mengapa ku menyimpan amarah ini
Karena yang tersimpan begitu dalam
Hingga dendam bisa kuredam
Aku melihatmu dengan sisi yamg lain
Yang tak dapat kau lihat dengan matamu
Dan yang tersimpan kini hanya benci
Karena kini aku melihat dirimu dari sisi gelapku
EKSPRESSI
Aku diam
Kau diam
Angin diam
Semua diam
Aku senyum
Kau diam
Angin diam
Semua diam
Aku marah
Kau diam
Angin diam
Semua diam
Aku bertanya mengapakah Engkau hanya terdiam
Kaupun menjawab,
Aku diam karena Kau diam
AMBISI
Dulu aku pernah berlari berharap bisa mengejarmu.
Tapi sayang kau terlalu cepat
Dulu aku pernah bermimpiberharap bisa menggapaimu
Tapi sayang kau tak kudapat
Dulu aku pernah terjatuh berharap bisa terbangun
Tapi sayang ku terlalu takut
Dulu kau angan - angan, kini kau hanya angan - angan
Tapi mengapa langkahku tak terhenti
Terus bermimpi tanpa tahu pasti
Engkaulah pikir yang tak pernah mati
Darimanakah kau hadir
Kaukah Ambisi ataukah hanya sekedar Ilusi yang meracuni hati
Tapi sayang kau terlalu cepat
Dulu aku pernah bermimpiberharap bisa menggapaimu
Tapi sayang kau tak kudapat
Dulu aku pernah terjatuh berharap bisa terbangun
Tapi sayang ku terlalu takut
Dulu kau angan - angan, kini kau hanya angan - angan
Tapi mengapa langkahku tak terhenti
Terus bermimpi tanpa tahu pasti
Engkaulah pikir yang tak pernah mati
Darimanakah kau hadir
Kaukah Ambisi ataukah hanya sekedar Ilusi yang meracuni hati
Tuhan Aku Selalu Tahu
Tuhan, Engkau s'lalu ada dalam hatiku
Dan aku slalu tahu itu
Tuhan Engkau s'lalu ada dalam nafasku
Dan aku s'lalu tahu itu
Dan aku tahu, Kau s'lalu berikan aku senyum dalam pilu
Dan aku tahu, Kau s'lalu temaniku dalam sendu
Dan aku s'lalu tahu itu Tuhanku
Dan aku s'lalu tahu, meski aku menjadi sisi lainku
Kau tetap hadir dalam segenap rindu
Tuhan aku s'lalu tahu, hanyalah cintamu yang begitu tulus mengisi jiwaku
Karena Tuhan Kau ada, dan aku s'lalu tahu
Engkaulah maha sejati cintaku
Dan aku slalu tahu itu
Tuhan Engkau s'lalu ada dalam nafasku
Dan aku s'lalu tahu itu
Dan aku tahu, Kau s'lalu berikan aku senyum dalam pilu
Dan aku tahu, Kau s'lalu temaniku dalam sendu
Dan aku s'lalu tahu itu Tuhanku
Dan aku s'lalu tahu, meski aku menjadi sisi lainku
Kau tetap hadir dalam segenap rindu
Tuhan aku s'lalu tahu, hanyalah cintamu yang begitu tulus mengisi jiwaku
Karena Tuhan Kau ada, dan aku s'lalu tahu
Engkaulah maha sejati cintaku
02 Oktober 2010
Bahasa Cinta
Engkau takkan pernah tersadar
Seakan-akan aku adalah bayangan hitammu
Keegoisanmu telah menguasai jiwamu
Menjadi penghasut dalam hatimu
Tidakkah bahasa cinta itu indah
Bila kau merasakannya dengan hatimu
Cinta bagiku adalah kekuatan
Sering kasih Tuhan padaku
28 September 2010
SESAT
Ketika cinta mulai mengusikku
Meracuni setiap pikir yang ada dalam benakku
Terkadang aku tersipu manisnya racun
Yang perlahan membunuh
Seandainya aku tak memiliki hati
Aku takkan terbunuh oleh perasaanku
Yang perlahan-lahan menginginkan kumati
Aku bagaikan cermin
Dimana setiap jiwa terperangkap didalamnya
Lalu ku tersesat ole tabir yang tak bisa kuungkap
Tuhan inilah aku apadanya
Layaknya seorang hamba yang menghamba
Engkau membawa aku kepada cinta yang tak kukenal
Dan aku tenggelam didalamnya
Dalam kenangan, setiap mimpi dan jiwa
Salahkah!
Ataukah cintaku yang tak sempurana
Sesempurna layaknya cinta yang kau ciptakan Tuhan
Aku dan Perasaan Ini
Andaikan aku adalah mentari yang terus hadir di setiap pagi
Andaikan aku adalah bintang yang terus bersinar dikala malam
Andaikan aku adalah hujan yang turun dikala gersang
Andaikan aku adalahangin yang berhembus yang akan membisikkanmu
Tapi aku hanyalah gelisah yang mengganggu
Hanyalah teduh yang gelapkanmu
Hanyalah duri yang lukaimu
Dan aku hanyalah racun yang akan membunuh
Andaikan ku dapat menjadi indah, akan ku indahkan hidupmu
Andaikan kudapat menjadi mimpi, ku akan selalu hadir dimimpimu
Namun perasaan ini hanyalah noda yang tersimpan
Yang menjadi perih luka
Yang kan hadirkan benci
Dan menjadi lara
Karena perasaan ini bukanlah tercipta untukku
Andaikan aku adalah bintang yang terus bersinar dikala malam
Andaikan aku adalah hujan yang turun dikala gersang
Andaikan aku adalahangin yang berhembus yang akan membisikkanmu
Tapi aku hanyalah gelisah yang mengganggu
Hanyalah teduh yang gelapkanmu
Hanyalah duri yang lukaimu
Dan aku hanyalah racun yang akan membunuh
Andaikan ku dapat menjadi indah, akan ku indahkan hidupmu
Andaikan kudapat menjadi mimpi, ku akan selalu hadir dimimpimu
Namun perasaan ini hanyalah noda yang tersimpan
Yang menjadi perih luka
Yang kan hadirkan benci
Dan menjadi lara
Karena perasaan ini bukanlah tercipta untukku
20 September 2010
Wahai Hujan
Wahai hujan basahi aku
Karena sang gelisah mendekap aku
Wahai hujan tutupi aku
Dari air mata piluku
Hujan dapatkah kau bertanya
sedang apa kudisini
Aku menanti
Sampai senyumku kembali
Hujan dapatkah kau mendengar
Suara rintih pedih hatiku
Andai kau dapat mendengar
mungkin kau kan tahunisi hatiku
Dan hujan aku masih disini besamamu dalam tangisku
Karena sang gelisah mendekap aku
Wahai hujan tutupi aku
Dari air mata piluku
Hujan dapatkah kau bertanya
sedang apa kudisini
Aku menanti
Sampai senyumku kembali
Hujan dapatkah kau mendengar
Suara rintih pedih hatiku
Andai kau dapat mendengar
mungkin kau kan tahunisi hatiku
Dan hujan aku masih disini besamamu dalam tangisku
Langganan:
Postingan (Atom)