Tampilkan postingan dengan label manusia di mata Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia di mata Tuhan. Tampilkan semua postingan

19 November 2010

Wajah Indonesia Sekarang Ini

Klo ngomongin soal Indonesia bawaannya serius yach, gw ngangkat cerita ini atas rasa prihatin gw with Indonesia yang udah carut marut gak jelas mau diabawa kemana. Sebagai seorang pemudi kreatif ada rasa kecewa juga, tapi gw bukan orang yang bisanya ngomong doang dan ngasih janji- janji gak penting.
PADI DAN KAPAS yang melekat erat sebagai simbol sila ke- 5 itu ibarat air yang ingin digenggam dengan tangan, ada yang tahu gak sila ke- 5 itu apa, masa sich gak tahu, ya udah dech gw kasih tahu. Sila ke- 5 adalah KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA. Menurut penguasa negeri adidaya MR. OBAMA Indonesia adalah model demokrasi, what ? dimananya, bukannya bermaksud gak bangga atau gak mendukung Indonesia. tapi dimananya, apa karena mahasiswa yang bebas berorasi ditengah jalan terus bakar ban bikin kerusuhan, kemacetan, dan ngerusak fasilitas negara. Atau hakim yang disuap dengan jejelan rupiah dengan sebutan jeti - jeti or meli - meli. Atau seorang narapidana yang bisa traveling atau hura-hura, atau ngebangun hotel bintang enam dengan fasilitas gym dan spa di tempat kerja ( gak usah dikasih tahu lah dimana ) atau keadilan buat seorang maling ayam yang dihukum dengan cara dibakar masa, " kenapa gak KORUPTOR JA YANG DIBAKAR " Is that democration ? " ABSOLUTELY NO " I Dont want it.
Gw gak pingin wajah Indonesia kayak gitu, semua orang juga gak pingin " jelas " But that's a fact!
sebenarnya sayang banget para pahlawan dengan jihad fisabilillah rela berkorban dengan nyawa dan tetesan darah demi bangsa dan negara seolah - olah gak ada artinya karena keadilan yang kita junjung tinggi hanya sekedar kata ja, semoga wajah Indonesia berubah jadi lebih baik amin.


01 November 2010

MUSIBAH

Wahai cahaya yang begitu menyilaukan hatiku
Kau berkerlap kerlip mengisi jiwaku
Kini kau perlahan redup
Menjauh kini bahagia dekat dengan pilu


Wahai insan yang terluka kini hati dan jiwanya
Tak kuasa menahan s'gala coba
Torehan tinta merah mengalir ditanah
yang perlahan - lahan tumpah sesakkan dada

Wahai insan yang terluka kini menangis dalam peri
Memanjatkan do'a dalam coba Illahi
Berharap Tuhan mengampuni
Setiap dosa dan salah yang terjadi
Yng tersisa kini hanya sesal pasti

Demokrasi Para Demonstran

Demokrasi yang kau agung - agungkan
Tapi mengapa kekerasan yang kau tunjukkan
Demokrasi yang kau katakan
Tapi kekerasan tak kau tinggalkan
Kau pakai topengmu berpura - pura jadi pahlawan
Padahal yang kau bisa tunjukkan hanya kemarahan
Yang sesungguhnya menghancurkan makna demokrasi kawan
Kau bilang tentang keadilan
Tentang apa yang rakyat makan
Dan tentang apa yang dewan lakukan
silahkan kawan itu memang dibenarkan
Tapi apa yang kau lakukan
Hanya membuat kemacetan dijalan
Banyak orang kau susahkan
Fasilitas umum kau rusakkan
Engkau hancurkan
Dimanakah makna demokrasi yang kau agungkan
mengapa tak bisa kau tunjujjan
Keadilan di baris depan
Tanpa kekerasan tanpa penghancuran
Bila dirimu muda tanpa pengalaman
Maka tunjukkanlah dengan prrestasimu kawan
Demi cita - cita bangsakita dimasa depan
Sebab kau seorang demonstran bukan demo kekerasan

18 Oktober 2010

Tuhan Aku Selalu Tahu

Tuhan, Engkau s'lalu ada dalam hatiku
Dan aku slalu tahu itu

Tuhan Engkau s'lalu ada dalam nafasku
Dan aku s'lalu tahu itu

Dan aku tahu, Kau s'lalu berikan aku senyum dalam pilu
Dan aku tahu, Kau s'lalu temaniku dalam sendu
Dan aku s'lalu tahu itu Tuhanku

Dan aku s'lalu tahu, meski aku menjadi sisi lainku
Kau tetap hadir dalam segenap rindu
Tuhan aku s'lalu tahu, hanyalah cintamu yang begitu tulus mengisi jiwaku
Karena Tuhan Kau ada, dan aku s'lalu tahu
Engkaulah maha sejati cintaku

28 September 2010

SESAT

Ketika cinta mulai mengusikku
Meracuni setiap pikir yang ada dalam benakku
Terkadang aku tersipu manisnya racun
Yang perlahan membunuh

Seandainya aku tak memiliki hati
Aku takkan terbunuh oleh perasaanku
Yang perlahan-lahan menginginkan kumati

Aku bagaikan cermin
Dimana setiap jiwa terperangkap didalamnya
Lalu ku tersesat ole tabir yang tak bisa kuungkap


Tuhan inilah aku apadanya
Layaknya seorang hamba yang menghamba
Engkau membawa aku kepada cinta yang tak kukenal
Dan aku tenggelam didalamnya
Dalam kenangan, setiap mimpi dan jiwa
Salahkah!
Ataukah cintaku yang tak sempurana
Sesempurna layaknya cinta yang kau ciptakan Tuhan

20 September 2010

Wahai Hujan

Wahai hujan basahi aku
Karena sang gelisah mendekap aku

Wahai hujan tutupi aku
Dari air mata piluku

Hujan dapatkah kau bertanya
sedang apa kudisini
Aku menanti
Sampai senyumku kembali

Hujan dapatkah kau mendengar
Suara rintih pedih hatiku
Andai kau dapat mendengar
mungkin kau kan tahunisi hatiku

Dan hujan aku masih disini besamamu dalam tangisku

Diam dan Hilang

Duhai angin dalam benakku
Hembuskan asa dalam citaku
membawa raga terhanyut dalam kalbu
Dan malam terhenti pagi dengan indahnya

Diam
Aku terhanyut dan diam
Terpana aku dalam dekap pancarmu
Lalu hilanglah sudah penat dengan hadirnya senyummu

Lalu aku berperanjak pergi meninggalkan sunyi
mencari yang hilang untuk datang
Temani aku dalam gemerlap hatiku
Lalu cahaya pergi meninggalkan lelah
Bersama senja aku berada
Dan aku terdiam bersama malam
Meninggalkan siang yang telah hilang
Menunggu pagi bersama bintang
Kau dan Aku wahai diam dan hilang

Sebab Kita Satu

Sejarah adalah mata dalam hidup kita
Tanpa sejarah kitak tak dapat melihat kita buta
dulu Mereka berdiri dengan gagah dan berkata
" satu lalat takkan mati dengan satu lidi tapi menyatukan setiap lidi menjadi utuh dan satu dapat membunuh lalat"

Warna munkin membedakan kita
Tapi perbedaan bukan alasan
Lihatlapelangi saudaraku mereka berbeda tetap indah
Tujuh warna menjadi satu
adakah perbedaan itu merusak keindahannya

Lihatlah sejarah saudaraku
bukan senjata canggih yang dapat menyatukan mereka
tapi mereka menyatukan asa mereka
Adakah makna itu tersirat padamu
Untuk apa pencakar langit berdiri dengan kokoh
tapi hati kita roboh
kenapa kita dulu kita merdeka
sebab mereka bersatu
kenapa kita menjadi Indonesia sebab kita satu
mari kita sisihkah benci dan dengki
marilah kita satukan hati kita
Sebab kita Indonesia

Perbedaan Itu Indah

Andaikan warna kita sama
Aku hitam Kamu pun hitam
Dapatkah kita mengenal putih

Andaikan Agama kita sama
Aku Muslim Kamupun Muslim
Dapatkah kita mengenal Pancasila

Andaikan bahasa kita sama
Aku jawa kamupun jawa
dapatkah kita mengenal sunda

Apakah kita menginginkan seperti itu?
Kalau aku tidak..!
Tidakkah perbedaan itu begitu indah
Seperti pelangi
Kita harus tahu karena perbedaan kita satu
Berbangsa Indonesia
Bernegara Indonesia
Berbahasa satu Bahasa Indonesia
Karena Kau dan Aku Indonesia

Di Sudut Lampu Merah

Aku terpana negri ini
Disudut jalan di kota kita ada orang duduk tertawa
Dia tertidur dengan lelapnya
Tiada berdaya dengan dunia
Uang berbunyi tiada berguna

Tapi di Sudut Lain Di Lampu Merah
Seorang anak bernyanyi dengan hati berduka
Memikirkan masa depannya
"Akakah terus dijalanan bunda" Tanya hatinya
Tapi mereka tiada meronta
Sejak mereka terlahir hidup mereka sudah terjajah
Dilahirkan di tempat sampah
Di Sudut Lampu Merah ini mereka hidup
Menggantungkan diri dari sesuap nasi dari belas kasih

tapi disudut lain disana tiada berguna tanpa upaya
hanya diam begitu saja

wahai anak jalanan bernyanyi-nyanyi dengan gembira
hanya berpikir dapat sekolah
Tapi tenanglah pengamen cilikku sayang
Bunda memasak engkau mengais rezeki
duhai anakku jangan bersedih
Karena disini kita belajar
Di Sudut Lampu Merah ini kita bersabar.

15 Juli 2010

Perasaanku

Ketika aku mulai letih dengan waktu
Dan ketika ku menyesali yang telah berlalu
Aku mencoba mencari secercah cahaya dalam hidupku
Dan kumulai nerpikir ini salah

Ingin kuhujat Engkau dengan kebencianku
Ingin kumaki Engkau degan kemarahanku
Tapi sudah terlambat
Ini hanya membuatku lelah dan membisu

Aku benci dengan takdir yang kualami
Tiada kepastian arah untuk aku melangkah
Semua telah sirma seiring datangnya nestapa

Aku malu!
Aku geram!

Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya
Agar semua dengar
Agar semua tahu
Dan aku benci dengan semua yang tak peduli
Yang hanya bisa diam dan tertawa tanpa pernah merasa
Hingga akhirnya yang ada hanya kemarahan belaka

Aku diam dalam hati yangt berkecamuk
Seakan petrir yang membelah bumi dengan suaranya yang memekikkan
Dan aku masih dengan pandanganku yang hina dan pemahamanku yang bodoh
Dan masih membenci Engaku dengan hati tak berperasaan diam dan geram

14 Mei 2010

Tentang Tuhan

Ada laut yang membentang disetiap harapan kita
Dalam sendiri kita berdiri dengan asing
Diruang hampa dengan se3buah tanya

Darimanakah kita berasal?
dan buat apa kita disini?

Mengisi bumi yang sunyi?

Dalam cuaca api yang berkabut asing
Kita tercipta dalam gelap dunia
Dilangit diatas dunia
Satu sosok yang dekat dalam hati kita

Apakah Ia ada?
Siapakah ia?
Suara-suarakah?
Siapa?
Ialah Tuhan Yang Maha Ia

07 Mei 2010

EMOSI

Nada-nada ini berubah menjadi musik yang menabuh genderang perangnya
Segala jalan yang dilalui menjadi tak terarah
emosi menguras hati
gejolak amarah bergelora didalam dada
emosi bukanlah jalan, emosi hanya menyesatkan orang yang melaluinya
membawamu hanya pada satu ketidakpastian jiwa
Gelisah hanya akan gelisah
Jiwamu tak akan merasa bahagia
Yang ada hanya emosi menguasai jiwa
merasukinya lalu menghancurkannya

Emosi seperti bom waktu yang suatu saat akan menghancurkanmu
meluluh lantahkan segala yang ada
Mungkinkah kau akan bertahan dari itu semua
Lalu kau hancur dengan emosimu
dan semua menjauh dan meninggalkanmu

09 April 2010

Ketika Surgaku Menangis

Lihatlah duniaku
Terlihat suram dan kelabu
Lihatlah dalam hatiku
Yang membisu dan beku
Akankah kau tahu?

Apa yang kau tahu!
Dapatkah kau terdiam
Ketika surya tenggelam
Lalu datanglah malam

Dikala itu semua dusta terungkap
Menyerang bahagia yang ingin kudekap
Bundaku terdiam dalam harap
Apa yang terjadi?

Surgaku kelabu
Senjaku malamku yag biru
Ibu jangan menangis
Karena air matamu telah habis
Dan ketika itu surgakupun menangis
Berhentilah aku sesaat dalam harap
Dekat dengan perhantian nyawaku yang penuh rindu oh... ibu!
Ibu jangan menangis...!
jangan menangis ibu!

04 Maret 2010

Jalanku

Tuhan engkau berikan dua jalan
Berhenti pada satu persinggahan
Atau terus maju kedepan

Tuhan engkau berikan aku harapan
Namun hidup hanya angan-angan
Dan bahagia hanya impian

Tuhan engkau tanyakan segala tujuan
Memilih bertahan atau atau terhenti di tengah jalan
Atau menjadikan harapan bukan sekedar impian

Tuhan engaku gelapkan segala pandangan
Menyipu mataku dengan segala penglihatan
Dan mengingatkanku dengan segala kenangan

09 Februari 2010

ALLAH TEMPATKU

Ini kisah aku Tuhanku
Kisah hambamu yang tak tahu malu
Hanya bisa menjadi benalu

Ampunilah aku Tuhanku
Bila hamba-Mu ini kian menjauh
Hanya bisa melupa dan mendosa

Aku membuang setiap detik waktuku Tuhanku
Dengan pemikiran kosong yang tiada berguna

Aku membuang setiap menit waktuku Tuhanku
Dengan pandangan hidup yang sia-sia

Aku membuang setiap jam waktuku Tuhanku
Dengan kesalahan dan dosa yang tak terhingga

Aku membuang setiap hariku Tuhanku
Dengan ketiadaberdayaanku sebagai manusia

Dan hidup yang kujalani hidup hanya sebagai pendosa

Tak pernah kekal kebanggaaanku Tuhanku
Setiap detik Engkau dapat mengambil nyawa hidupku dengan teramat mudahnya
Tapi Engkau dengan kemurahan hati-Mu
Kau berikan hidup pada setiap nafas manusia
Dan membawa rahmat serta ampunan yang tak terhingga

MAK'RIFAT MURNI

Wujud alam pada hakikatnya adalah wujud Allah
Allah adalah hakikat alam
Sedang alam bayang Tuhan bayangan wujud yang hakiki
Dan alam itu tidak mempunyai wujud yang sebenarnya

Hubunganku dengan Tuhan bagaikan cermin yang seseorang takkan bisa melihat dirinya
Kecuali dengan cermin nama Tuhan

Mengetahui zat yang maha tinggi serta mengenal-Nya itu secara kasyaf Illahi
Kamu dihadapkan-Nya dan Dia dihadapanmu
Tanpa hulu dan ittihad
Sebab hamba adalah hamba
Dan Tuhan adalah Tuhan

Dengan dua jalan aku mencintai Engkau Ya Allah
Scara egois,
Dan kemudian dengan pengharapan terhadap-Mu
Cinta dirilah yang telah menyiakanku
Kecuali memikirkan engkau dengan segenap pemikiran

Cinta paling sucilah yang ada
Ketika Engkau bentangkan selubung menutupi pandanganku yang terpesona

Bukan keberatan atas puji yang begini atau begitu
Milik-Mu adalah puji, dimana dua-duanya kuharapkan

Engkau menyinari hatiku dengan cahaya makrifat murni
Seperti matahari tak dapat dilihat kecuali dengan cahayanya
Dan senantiasalah hamba mendekat kepada Engkau ya Allah
Sehingga terasa hilang diriku,
Lebur dalam kekuasaan-Mu

Karena marasa mereka berbicara dengan ilmu yang diletakkan Engkau pada lidah mereka
Mereka melihat dengan penglihatan-Mu
Mereka berbuat atas nama-Mu
Begitulah aku Ya Tuhanku

05 Februari 2010

tasawuf ZUNNUN AL MISSRI

Salah satu tokoh sufi yang terkenal dengan ilmu ma’rifatnya adalah, Zunnun Al-Misri, beliau berasal dari Akhtaman salah satu kota di daerah pedalaman Mesir, beliau dimakamkan di Pemakaman asy-Syafi’i, dan beliau bernama lengkap Abu al-Fayd Sauban bin Ibrahim al-Misri., ayahnya seorang Nubian (sebutan bagi penduduk Nubiah, dan termasuk keturunan pembesar Quraisy), beliau memiliki banyak saudara, dan salah satunya adalah Zu al-Kifli yang banyak memberikan keterangan tentang hal-ikhwal saudaranya.

Beliau adalah merupakan tokoh sufi pertama yang menonjolkan tentang teori Ma’rifat. Padahal Paham tentang Ma’rifat sudah banyak dikemukakan oleh tokoh-tokoh sufi sebelum Al-Misri, tapi yang paling menekankan konsep Ma’rifat pada ajaran tasawuf adalah Zunnun Al-Misri, ya habibullah.

Zunnun ber mutawatta’ dan mempelajari disiplin ilmu fiqh kepada Malik Ibn Anas, dan di bidang spritual beliau belajar pada Israfil Al-Maghribi.

Zunnun pernah mengatakan :
“aku menempuh perjalanan 3 kali dan mendapatkan 3 ilmu. Pada perjalanan pertama aku dapatkan ilmu yang bisa diterima kalangan awam dan khass, pada perjalanan kedua aku dapatkan ilmu yang hanya bisa diterima kalangan khass, dan pada perjalanan yang ketiga aku dapatkan ilmu yang tidak bisa diterima oleh kalangan awam maupun khass. Maka tinggalah aku hampa papa seorang diri”.

Maka dari pernyataan diatas itu Zunnun pun membagi tingkatan Ma’rifat dalam tiga tingkatan, yaitu : yang pertama adalah tingkat awam, dan yang kedua adalah tingkat ulama dan yang ketiga adalah tingkat sufi, seperti yang sudah diuraikan dalam Jalan Menuju Ma’rifat dan Hakekat.

Menurut Zunnun Al-Misri, Ma’rifat atau mengenal Allah swt yang sesungguhnya adalah ma’rifat lewat hati sanubari, karena pada tingkatan syahadat dan logika itu sebenarnya bukanlah termasuk Ma’rifat, tetapi itu hanya dapat digolongkan kedalam kategori ilmu saja.

“Memikirkan zat Allah adalah kebodohan, mengisyaratkan sesuatu kepadaNya adalah kesyirikan, dan hakikat makrifat adalah kebingungan”

Pada suatu kesempatan beliau pernah ditanya tentang bagaimana memperoleh makrifat itu, beliau berkata : ”araftu rabbi bi rabbi” yang artinya aku mengenal Tuhanku karena Tuhan. Karena mengenal Allah SWT tidak akan bisa dengan logika dan penalaran akal, melainkan dengan hati sanubari yang bersih dan selalu diisi dengan asma agung Allah SWT, yaitu dzikrullah. Dzikir yang dilakukan secara terus menerus.

Beliau mengatakan bahwa akhlak seorang Arif billah adalah Allah, dan orang yang arif selalu akan bersifat seperti sifat-sifat Tuhan dan selalu menjaga perilakunya agar tidak terjebak dalam kenistaan dunia yang menghanyutkan dan menghinakan orang yang dekat kepada Allah.

Selain konsep ma’rifat beliau juga mengungkapkan pengalamannya tentang khauf (rasa takut kepada Allah). Menurutnya, jika kebenaran telah meliputi diri seseorang maka kebenaran akan rasa takut kepada Allah akan meliputi dirinya. Karena “takut itu penjaga amal dan harap itu adalah penolong bencana”

Beliau juga adalah seorang tokoh yang penuh dengan mahabbah terhadap Tuhan, itu tampak dari perkataan beliau “aku memanggilMu, di hadapan orang lain dengan Ilahi (wahai Tuhan), tetapi manakala aku sendirian aku memanggilMu dengan panggilan Ya Habibi(Wahai Kekasihku)”.

Zunnun pernah mengatakan, bahwa Neraka bukanlah sesuatu hal yang harus ditakuti, yang lebih ditakuti adalah ketika berpisah dari Kekasih Sejati. Ketakutannya tak lebih dari setetes air yang dibuang ke samudera cinta Allah.

Kemudian ketika ditanya tentang apa itu mahabbah, beliau menjawab : “Mahabbah ialah mencintai apa yang dicintai Allah, membenci apa yang dibenci Allah, mengerjakan secara paripurna apa yang diperintahkan, dan meninggalkan segala sesuatu yang akan membuat kita jauh dari Allah, tidak takut pada apapun selain dari Allah, dan bersifat lembut terhadap saudara dan bersifat keras terhadap musuh-musuh Allah, dan mengikuti jejak Rasulullah dalam segala hal”

Zunnun meninggal pada tahun 425 H. konon, tatkala orang mengusung jenazahnya, muncullah sekawanan burung hijau yang memayungi jenazahnya dan seluruh pengiring jenazah dengan sayap-sayap hijau burung tersebut. Dan pada hari kedua, orang-orang menemukan tulisan pada nisan makam beliau, “Zunnun adalah kekasih Allah, diwafatkan karena Rindu” dan setiap kali orang akan menghapus tulisan itu, maka muncul kembali seperti sedia kala.

Allah tidak akan pernah memuliakan seorang hamba dengan kemuliaan yang lebih mulia daripada ketika dia menghinakannya atas kehinaan dirinya. Dan Allah tidak menghinakan seorang hamba dengan kehinaan yang lebih hina daripada ketika dia menutupi dengan kehinaan dirinya. Karena Hijab yang paling samar dan paling kuat adalah melihat diri sendiri.a

04 Februari 2010

GEMURUH AMARAH

Lanit gelap tak lagi terang
Hujan datang mntari hilang
Angin bertiup begitu kencang

Hati manusia mulai menjerit
Menyadari akan dosanya
Teringat akan kesalahan dalam masa lalunya
Lalu takut karena tersesat jalan yang dilauinya
Begitullah hati manusia
Begitulah kita

Tuhan tak pernah salah
Tuhanhanya marah dan telah lelah
Karena kita yang telah mendua
Menduakan cinta Sang Esa
Menuhankan yang binasa
Lalu Tuhan menjadi semakin marah
Celakalah kita yang mendosa
Celakalah kita!
Bila Tuhan sudah mencekal kehidupan kita
Dan tertutup sudah ampunan baginya
Yang ada hanya gemuruh amarah
Dalam azab api nerakaa

HANYA KEHENDAK TUHAN

Rahasia Tuan takkan mungkin bisa kupahami
Urusan hidup dan mati takkan bisa kumengerti

Semua hidup insan milik Illahi
Sedang kehendak Tuhan bukan milik insan
Sedia rasa menemui suatu masa
Ketika sosok menjemput mengambil setiap nafas yang hidup
Kita hanya terdiam tiada meronta

Semua takkan melawan segala kehendak Tuhan
Meronta takkan berguna
Berlari kurasa percuma
Kejam neraka entah seperti apa
Indahnya syurga entah bagaimana

Akankah berguna kehendak ihsan
Kurasa hanya sebatas pengharapan
Sedang hati bertanya...?
Akankah mudah mengenal Tuhan
Segala pemilik keindahan dan seluruh ihsan
Kurasa takkan semudah membalik telapak tangan
Dan mengenal ciptaannya
Aku manusia sedang manusia slalu lupa
Begitu pula kehendak insan bukanlan kehendak Tuhan
Free Blooming Red Rose Cursors at www.totallyfreecursors.com