Sakit mungkin takkan indah
Sulit mungkin akan kurasa
Sempit dunia mungkin kini terasa
Mengapa kejam dunia ini
Menyakiti haingga ke ulu hati
Menyiksa diri ingin kumati
Menangis meringis sesak pekat menusuk lambung
Yang dilanda kelaparan kasih Tuhan
Luka menanah tangan berdarah tersayat bunga
Bunga digenggam
Tangan memerah perih maradang
Mawar digenggamku
Lukai tanganku yang penuh luruh noda
Mawar ditanganku tancapkan duri mengiris hati
Aku bejalan melawan arah terhenti di persinggahan kelam
Laju terhenti kulihat pula bunda menangis
Sedang tangan masih menggenggam mawar
Darah mengucur tiada henti sedang jalan masih terhenti
Sedang aku masih terdiam
Dengan mawar digenggamku
09 April 2010
Mawar Digenggamku
LARI
Teruntuk bungaku yang layu
Yangtak bisa temaniku dalam sendu
Yang tak bisa hilangkanku dalam pilu
Dan...
Tentang sang angin yang bernafas tanpa diriku
Tak jua dapat sampaikan pesanku untukmu
Kini...
Kubercerita tentang rindu
Tentang perasaanku yang tak menentu
Didalam layu ku termangu
Berfikir tentang hujan yang menghakimiku
Dan aku sendiribasah dalam nestapa kuyubku
Pergi...
Kucoba pergi, diriku yang telah melumpuh
Lari...
Berlari tiada henti mengejarmu
Dengan payung-payung hatiku
Namun...
Aku masih terdiam
Dan tak bisa menunggu
Karena dirimu tak patut ditunggu
Antara Aku dan Dirimu
Dalam hitam ku terperangkap
Kuterpejam saat kau dekap
Sirnakan aku bagiku
Bagiku cinta bukan kepemilikan
Juga bukan tentang siapa dan siapa
atau tentangmu
Tapi cinta adalah ketika kau dekap aku hilang resahku
Ketika kau menemaniku dan jadikan aku sahabat hatimu
Lalu kau bisa menghapus semua pilu
Bisakah kau begitu!
Ini bukan tentang aku dan dirimu
Bukan pula tentang cinta yangbagaimana
Tapi aku ingin berbicara tentang bagaimana cinta berkata antara aku dan dirimu
Berbicara tentang dirimu dan diriku dalam cintaA
06 Maret 2010
Ketika engkau Lepas Aku Takkan Kembali
ketika engkau bertanya akan diriku saat ini
ku hanya dapat berkata aku untuk dirimu
tapi ketika itu aku lupa aku hanya manusia
ketika engkau hanya bisa menatapku tajam
dan aku takut untuk menatapmu
yang ada aku ingin berlari jauh dan tak kembali
kau bilang pergi
dan kupastikan aku akan pergi dan takkan kembali lagi
04 Maret 2010
Jangan Ajari Aku Jatuh Cinta
Tuhanku bukan dalam termangu aku mengingatmu
bukan pula dalam sendu aku menangis pada-Mu
tapi kala ku gelisah ketika mereka bertanya tentang hatiku
dan bertanya apa aku pernah jatuh cinta
Tuhanku bukanlah waktu yang menunggu untuk berjalan
bukan pula hatiku tak mampu bertahan
tapi bagiku cintaku tak bisa terbagi
karena telah penuh dengan nama indahmu Tuhanku
dan janganlah engkau perkenalkan aku cinta yang lain
yang tak sanggup aku terima
dan mengajari aku untuk jatuh cinta dan melupakan-Mu Tuhanku
Bila Aku
Bila aku pergi
Dapatkah kau mengerti
Tentang rasaku yang semakin mati
Bila aku menunggumu
Dapatkah kau berikanku
Ssemua rasamu yang semakin beku
Sedang aku takkan s'lalu
Menungggumu disini untukmu
Dan mungkin aku akan pergi jauh
Meninggalkanmu bersama s'gala rasaku
Kau dan Aku Pasti Bisa
Dengan tanganku genggamlah kawan
Dan letakkan hatimu juga hatiku
Mimpi jangan jadikan sekedar impian
Raih tanganku, raih mimpimu
Jarak dan waktu bukan alasan
jangan jadikan semua rintangan
menjadi sebuah beban
dan membuat semua impian hanya sampai di tengah jalan
menghentikan segala gerakmu
mari kejar impian berlari kencang bersamaku
Kau dan aku pasti bisa
meraih semua cita didada
kau dan aku bisa lakukan
dengan semangat kebersamaan
yakinlah bersamaku kau dan aku
dunia digenggamanmu
Jalanku
Tuhan engkau berikan dua jalan
Berhenti pada satu persinggahan
Atau terus maju kedepan
Tuhan engkau berikan aku harapan
Namun hidup hanya angan-angan
Dan bahagia hanya impian
Tuhan engkau tanyakan segala tujuan
Memilih bertahan atau atau terhenti di tengah jalan
Atau menjadikan harapan bukan sekedar impian
Tuhan engaku gelapkan segala pandangan
Menyipu mataku dengan segala penglihatan
Dan mengingatkanku dengan segala kenangan
Dengan Sebuah Tanya
Genggamlah tanganku duhai cinta
Tatap hatiku jangan mataku
Aku bercermin dari kaca hatiku yang telah pecah
Dan kau tak paham dengan segala gundah
Karena cinta kini ku merana dan gelisah
Ku meringis sakit dengan sebuah tanya
Mengapa?
Lalu genggamlah tanganku duhai cintaku
Dan tetaplah tatap hatiku lebih jauh
Dan kini ku bercermin dari kaca hatimu yang telah layu
Dan kau tetap tak bisa memahami segala keluh
Bukan hanya karena cinta kumerana tapi karena hatiku yang telah layu sejak dulu
Dan aku masih dalam sebuah tanya
Mengapa?
Genggamlah tanganku lagi semakin erat wahai yang terkasih
Dan kutemukan jawaban dari s'gala tanyaku
Jawabnya ternyata ada dalam hatimu
Langganan:
Postingan (Atom)